Sekali waktu sehabis mengajar, berdiri tiga orang mahasiswa mengajak saya berbincang tentang rencana mereka membuat studio akustik untuk kegiatan band. Kami berbincang… cukup lama. Sambil berjalan pulang saya tercenung, macam-macam kegiatan mahasiswa FEUI zaman ini, sudah ada kelompok band-nya, dan mungkin ada juga kegiatan2 lainnya.
Tidak terbatas hanya itu, ada juga kelompok theater yang belum lama ini manggung. Tentang kelompok yang satu ini, saya jadi teringat Sabam Hutajulu, yang kini sudah Ph.D dan jadi petinggi di Pertamina. Kala itu, kembali ke tahun 80-an awal, Stema (Studi Teater Mahasiswa) sangat aktif manggung dan berlatih. Mereka banyak mementaskan karya-karya dramawan luar. Selain teater, ada juga kelompok fotografi yang terkumpul dalam LIFO (Liga Fotografi) yang sudah dua kali ini berkontribusi pada acara-acara Iluni FE. Kelompok kajian jurusan pun sudah ada, yakni Kanopi (jurusan Ilmu Ekonomi), MSS (jurusan manajemen) , dan SPA (jurusan akuntansi).
Bagi para alumni yang lulus tahun 80-an, mungkin bisa mengingat bahwa dahulu jurusan-jurusan di FEUI memang memiliki kelompok kajian masing-masing. Ada kelompok EKSOS (studi pembangunan) dan ada KPM (manajemen). Kelompok-kelompok itu aktif mengadakan acara, antara lain dengan mengundang tokoh-tokoh pengusaha ke kampus, seperti William Suryajaya, Bank of America, dll. Sekali waktu, ada juga perusahaan atau tokoh yang diundang terkesan kepada mahasiswa yang menjadi moderatornya… lantas hubungan pun berlanjut, ke jenjang kontrak kerja alias si mahasiswa mulai nyambut gawe.
Bila saya paparkan nama –nama berikut maka banyak yang sesungguhnya sudah kita temui sejak zaman mahasiswa dahulu. Ada Bursa Mahasiswa – yang masih menyandang namanya secara salah kaprah. Dahulu sudah banyak yang protes karena seharusnya bernama Bursa Buku , mengingat yang dijual adalah buku2… dan bukan mahasiswa. Lebih jauh lagi, kelompok anak-anak bursa itu kini sudah memiliki badan hukum koperasi yang bernama KpME. Selain itu, ada B.O. Economica, Aisec dan FSI (Forum Studi Islam). FSI ini mengingatkan kita pada kelanjutan studi Islam yang bernama ISTI pada zaman dahulu. Kalangan Kristen dan Katolik juga memiliki kelompok kerohanian (POSA dan KUKSA), Hindu dan Budha pun ada (KMHD dan KMB). Layak juga disebutkan bahwa kini ada suatu badan kegiatan (semi otonom) yang bernama SNF (Sekolah Non Formal), yang khusus memberikan pendidikan kepada anak-anak sekitar kampus Depok.
Lantas apa yang terpikir oleh kita ? Setidaknya perlu dicarikan suatu modus reuni bagi para aktivis eks kelompok kegiatan dimaksud. Mungkin ini bisa menjadi suatu bentuk alumni go to campuss. Ketika suatu kali anak-anak teater menjumpai saya bicara soal rencana kegiatan mereka, lantas saya teringat Sabam 78 dan Koen Sutianto 75. Kedua tokoh ini akan lebih mampu dalam memberikan saran dan pandangan kepada anak-anak muda yang penuh gairah itu. Terkadang kita lupa bahwa setetes dari kita bisa berarti segelas bagi anak-anak mahasiswa itu. Dan anak-anak mahasiswa itulah kelak yang jadi kita-kita ini…begitu seterusnya.
by Darwin Z. Saleh -Sekjen ILUNI FE-