eramuslim - Pada Rabu (15/12), National Center for Health Statistics (NCHS) Amerika merilis hasil studinya yang menyebutkan bahwa mereka yang hidup dalam ikatan pernikahan ternyata hidup dengan tingkat kesehatan yang lebih baik meski dengan ikatan pernikahan itu membuat berat badan mereka bertambah.
Dari hasil studi NCHS disebutkan bahwa mereka yang menikah dapat mengurangi kebiasaan merokok, menenggak minuman keras dan lemah fisik ketimbang para bujangan atau pasangan yang telah bercerai. Selain itu, mereka yang menikah juga dapat terhindar dari ancaman sakit kepala dan perasaan stres yang serius.
Kendati demikian, hasil studi di atas menyebutkan bahwa pasangan yang menikah berpeluang lebih banyak ditimpa obesitas. Karena itu, pengawas dalam studi itu Charlotte Schoenborn mengatakan bahwa perlu kiranya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pemicu obesitas pada pasangan yang menikah.
Schoenborn menambahkan, ada perbedaan mencolok antara mereka yang menikah dengan mereka yang belum menikah dalam prilaku merokok, di mana satu dari lima orang yang menikah adalah seorang perokok, sementara hal itu lebih parah bila dibandingkan dengan pasangan yang telah bercerai atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang resmi.
Dalam rilis laporan itu disebutkan bahwa studi ini dihasilkan dari hasil wawancara dengan 127.545 orang yang berusia di atas 18 tahun, dengan rincian 58,4 persen adalah mereka yang menikah, 10,4 persen telah berpisah atau bercerai, 6,6 persen para janda, 19 persen sama sekali belum menikah dan 5,75 persen mereka yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang resmi.(lys/aljzr)